WONUASULTRA.ID, Konawe Utara – Komitmen percepatan pembangunan jalan beton Mandiodo–Tapunggaya–Tapuemea (MTT) di Konawe Utara, yang telah memasuki tahap penganggaran, menjadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah lain. Warga Desa Morombo Pantai, Morombo, dan Tobi Meita kini mulai menyuarakan aspirasi serupa terkait kebutuhan akses jalan yang aman di tengah aktivitas hauling ore nikel.
Di wilayah Mandiodo, Tapunggaya, dan Tapuemea, percepatan pembangunan jalan beton MTT diketahui telah mencapai tahap komitmen bersama, di mana pendanaan telah teralokasi melalui kontribusi sejumlah perusahaan serta dukungan pemerintah daerah. Meskipun pembangunan fisik masih menunggu realisasi di lapangan, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk respons konkret terhadap aspirasi masyarakat.
Perkembangan ini kemudian menjadi perhatian masyarakat di wilayah Morombo Raya. Warga Desa Morombo Pantai, Morombo, dan Tobi Meita menilai bahwa kebutuhan akan akses jalan yang aman juga menjadi hal mendesak di daerah mereka, seiring dengan masih berlangsungnya aktivitas pengangkutan (hauling) ore nikel yang menggunakan jalan umum.

Dalam kondisi tertentu, seperti saat musim hujan maupun ketika dilakukan penyiraman jalan, permukaan jalan disebut kerap menjadi licin, berlumpur, dan berdebu. Hal ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko bagi pengguna jalan, khususnya pelajar dan pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Mengacu pada adanya komitmen pembangunan di wilayah MTT, masyarakat Morombo Raya berharap pendekatan serupa dapat dipertimbangkan di wilayah mereka. Aspirasi ini tidak hanya menyoroti kondisi yang ada, tetapi juga mendorong adanya langkah-langkah konstruktif yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Beberapa poin yang disampaikan antara lain perlunya penyediaan transportasi aman bagi pelajar, pembangunan jalur khusus operasional hauling agar tidak lagi bergantung pada jalan umum, serta penyediaan akses penghubung antar desa yang lebih aman bagi masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga menekankan pentingnya peningkatan pengelolaan kondisi jalan selama masih digunakan secara bersama, termasuk pengendalian debu dan perbaikan kualitas jalan secara berkelanjutan.
Aspirasi ini mencerminkan harapan agar aktivitas industri dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kepentingan publik, dengan mengedepankan prinsip keselamatan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan.
Dengan adanya contoh komitmen yang telah dibangun di wilayah lain, masyarakat berharap sinergi antara perusahaan dan pemerintah juga dapat diperkuat di Morombo Raya. Dialog terbuka dan langkah nyata dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan keseimbangan antara aktivitas industri dan kebutuhan dasar masyarakat.



