WONUASULTRA.ID, Langgikima – Kondisi jalan di wilayah Kecamatan Langgikima kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah ruas jalan yang menjadi akses utama mobilitas warga dan aktivitas ekonomi lokal saat ini mengalami kerusakan yang dinilai semakin mengganggu kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.
Persoalan ini bukan lagi semata-mata tentang infrastruktur. Bagi masyarakat Langgikima, jalan merupakan urat nadi kehidupan yang menghubungkan aktivitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, pertanian, perkebunan, hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ketika kondisi jalan memburuk, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan, tetapi juga mempengaruhi produktivitas masyarakat secara keseluruhan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah diketahui telah melakukan berbagai program peningkatan jalan di sejumlah wilayah Langgikima. Bahkan terdapat paket peningkatan jalan aspal serta pengawasan pekerjaan yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Konawe Utara.
Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian ruas jalan yang menjadi jalur utama masyarakat saat ini kembali mengalami kerusakan yang cukup memprihatinkan. Kondisi tersebut memunculkan harapan masyarakat agar seluruh pihak yang memanfaatkan jalan tersebut dapat ikut mengambil peran dalam menjaga dan memperbaiki infrastruktur yang menjadi kepentingan bersama.
Pemuda Desa Molore Pantai, Hengki Fardiansyah, menilai bahwa persoalan jalan di Langgikima perlu dilihat secara objektif dan berorientasi solusi.
“Masyarakat tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan. Yang masyarakat harapkan adalah siapa yang mau hadir menjadi bagian dari solusi. Jalan ini digunakan setiap hari oleh masyarakat, tetapi juga menjadi jalur penting yang menopang berbagai aktivitas industri dan ekonomi di wilayah Langgikima.” Kata Hengki
Menurut Hengki, aktivitas investasi dan pertambangan yang berkembang di Langgikima merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Namun seiring dengan meningkatnya aktivitas tersebut, diperlukan pula komitmen yang lebih besar untuk menjaga kualitas infrastruktur yang digunakan bersama.
Data dan fakta menunjukkan bahwa wilayah Langgikima terus berkembang sebagai salah satu kawasan strategis pertumbuhan ekonomi dan industri di Konawe Utara. Bahkan pemerintah daerah dan DPRD juga terus mendorong pengembangan investasi dan kawasan industri di wilayah tersebut sebagai bagian dari peningkatan ekonomi daerah.
Karena itu, masyarakat berharap pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas infrastruktur dasar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hengki menegaskan bahwa masyarakat tidak anti-investasi dan tidak menolak kehadiran perusahaan. Sebaliknya, masyarakat mendukung investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun menurutnya, terdapat harapan besar agar perusahaan-perusahaan yang selama ini beraktivitas dan memanfaatkan akses jalan di wilayah Langgikima dapat menunjukkan kepedulian yang lebih nyata terhadap kondisi jalan yang menjadi kebutuhan bersama.
“Jika jalan ini menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi bernilai miliaran rupiah setiap tahun, maka sudah sewajarnya seluruh pihak yang memperoleh manfaat dari akses tersebut ikut berkontribusi menjaga dan memperbaikinya. Masyarakat tidak meminta belas kasihan, masyarakat hanya menginginkan keadilan dan tanggung jawab yang seimbang.” Tegasnya
Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama terkait pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Sebelumnya, sejumlah pihak juga telah menyoroti penggunaan jalan umum di wilayah Langgikima oleh kendaraan dan aktivitas industri yang dinilai memberikan tekanan besar terhadap kondisi jalan. DPRD Konawe Utara bahkan pernah mendorong adanya kontribusi dan perhatian lebih terhadap jalan-jalan yang digunakan oleh aktivitas industri di wilayah tersebut.
Masyarakat Langgikima berharap persoalan jalan tidak terus menjadi keluhan yang berulang setiap tahun. Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah nyata, komunikasi yang terbuka, dan komitmen bersama agar infrastruktur yang menjadi penopang kehidupan masyarakat dapat terjaga dengan baik.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk ke suatu daerah, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang hidup dan tumbuh di dalamnya.



