Jalan Langgikima ‘Sekarat’: Warga pertanyakan, ‘Sampai kapan kami harus lewat kubangan lumpur setiap hari?’

redaksi
By
redaksi
3 Min Read

WONUASULTRA.ID, Langgikima, 28 Juni 2026 – Kondisi jalan umum di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, kini semakin memprihatinkan. Jalan yang setiap hari dilalui masyarakat mengalami kerusakan cukup parah akibat tingginya aktivitas kendaraan operasional perusahaan tambang yang melintas.

Saat musim kemarau, debu tebal beterbangan hingga mengganggu kesehatan warga. Sementara ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya sehingga menyulitkan pengendara maupun masyarakat yang hendak beraktivitas.

Bahkan, bukan hanya jalan umum yang rusak, sejumlah jalan hauling milik perusahaan juga terlihat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan secara menyeluruh demi keselamatan masyarakat maupun aktivitas operasional perusahaan.

Bagi masyarakat Langgikima, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, hingga tempat usaha. Kerusakan yang terus terjadi membuat waktu tempuh semakin lama, kendaraan sering terjebak di lumpur, bahkan risiko kecelakaan lalu lintas terus meningkat.

Humas Koalisi Konawe Utara Bersatu untuk Keadilan Tambang, Andika Sandrego, mengatakan masyarakat tidak pernah berniat menghambat investasi maupun aktivitas perusahaan. Namun menurutnya, perusahaan juga harus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan kawasan tambang.

“Kita ini tidak pernah larang perusahaan bekerja. Justru kita mendukung investasi yang bisa membawa manfaat untuk daerah. Tapi tolong juga lihat kondisi masyarakat. Anak-anak setiap hari berangkat sekolah harus lewati lumpur dan debu. Jangan sampai masyarakat terus yang menanggung dampaknya. Kami berharap pimpinan perusahaan bisa lebih peka dan segera mengambil langkah nyata,” ujar Andika.

Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan solusi sederhana yang bisa segera dirasakan.

Beberapa tuntutan yang disampaikan warga di antaranya:

  • – Segera lakukan penimbunan dan pengerasan pada titik-titik jalan yang rusak berat agar tidak menimbulkan korban kecelakaan.
  • – Melakukan penyiraman jalan secara rutin untuk mengurangi debu yang setiap hari dihirup masyarakat, terutama anak-anak.
  • – Mendorong perusahaan ikut membangun jalan yang lebih layak melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) agar manfaat keberadaan perusahaan juga dapat dirasakan masyarakat.

Andika juga mengungkapkan bahwa selama ini baru PT Putra Perkasa Abadi (PPA) Site MLP yang pernah turun langsung membantu melakukan perbaikan jalan pada tahun 2023.

“Karena itu kami berharap perusahaan-perusahaan lain yang memiliki IUP dan sama-sama menggunakan akses jalan ini juga ikut bertanggung jawab. Jangan hanya menikmati jalan yang dipakai setiap hari, tetapi ketika rusak masyarakat yang dibiarkan menanggung akibatnya,” tegasnya.

Masyarakat berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah lingkar tambang Langgikima dapat segera duduk bersama pemerintah dan warga untuk mencari solusi terbaik. Sebab jalan yang layak bukan hanya menunjang aktivitas perusahaan, tetapi juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk bekerja, bersekolah, berobat, dan menjalankan kehidupan sehari-hari.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *